Jangan Gampang Utang

oleh : fafan

Diterbitkan di: Oktober 01, 2007

Hidup tanpa Utang adalah hal yang paling sulit dilakukan pada zaman sekarang ini.Perubahan gaya hidup dan bertambahnya persoalan yang membelit membuat kita seolah tidak bisa lepas dari praktik berutang dalam berbagai bentuk.baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk kepentingan usaha.

Namun tidak banyak orang yang menyadari konsekuensi berat bagi pengutang. Resiko yang akan ditanggung -terutama di akherat- bila utang itu kelak tak terselesaikan pun tak banyak digubris.

Beberapa tips diantaranya kenalilah jenis hutang anda termasuk jenis halal atau haram, jangan sekali-kali berutang kecuali dalam keadaan terpaksa,bertawakkallah kepada Allah sebelum berutang,utang membuat pelakunya cemas dimalam hari dan hina di siang hari,jangan tertipu pinjaman bank,jangan terkecoh oleh kartu kredit,hindari pembelian kredit sebagaimana anda menghindari seekor singa,benahi cara pandang anda tentang hutangjangan membebani diri diluar batas kemampuan,sadarilah banyak hutang banyak masalah,rapikan manajemen anda dan tips terakhir adalah JADIKAN “MELUNASI HUTANG” SEBAGAI CITA-CITA AWAL SEJAK ANDA MENGAMBIL HUTANG.

Sudah lazim kita ketahui bahwa banyak diantara kita terlena oleh kemudahan dalam aplikasi pinjaman terutama kartu kredit , pinjaman tanpa agunan, koperasi simpan pinjam dan lain-lain. Dengan mudahnya kita melakukan registrasi pinjaman untuk berbagai keperluan yang terkadang tidak kita manage atau kita perhitungkan sebelumnya. Akhirnya setelah cair pinjaman yang kita dapatkan kebanyakan beralih fungsi untuk kebutuhan konsumtif yang sebenarnya belum kita perlukan. Dan itu terus berulanng dan berulang dari pemberi kredit satu ke pemberi kredit yang lain, terlebih untuk pegawai swasta ataupun pegawai pemerintah,hanya berbekal slip gaji dan serangkaian data pribadi , dengan mudahnya kita bisa mencairkan suatu pinjaman. Perilaku tersebut sering tidak kita sadari dan baru kita tersadar setelah cicilan kita membengkak dan kita sudah tidak mampu membayarnya lagi. Stress, pemasukan digerogoti cicilan sedang kebutuhan sehari-hari kocar-kacir.
Kebanyakan pada posisi seperti tersebut di atas ,orang mengambil alternative yaitu kembali berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar cicilan hutang yang lama, dan itu terus berulang dan menimbulkan efek domino dari permasalahan hutang ,akhirnya muncullah budaya yang disebut gali lobang tutup lobang. Alternative kedua yaitu mencoba melirik peluang dengan mencari penghasilan tambahan atau peluang usaha untuk menutupi kebutuhannya. Tapi cara kedua ini kebanyakan fatal, karena memulai usaha dengan kondisi psikologis yang tertekan dan ketiadaan modal secara financial, jadilah usaha sampingan tersebut malah menjadi membuang-buang uang dan boomerang bagi kita, dengan kata lain untung belum pasti , tapi rugi dan hutang bertambah itu pasti
Jadi apabila kita sudah berada dalam kondisi :
1. hutang menumpuk dan terus bertambah
2. kebutuhan sehari-hari kekurangan
3. bisnis sampingan gagal bahkan modal yang notabene juga hutang ikut amblas
4. stress dan tertekan karena ditagih
5. kondisi keluarga menjadi tidak harmonis
6. stress karena kita kerja di kantor setiap hari tapi tidak menikmati gaji (habis buat bayar cicilan)
, apakah masih ada jalan keluar. Masih adakah harapan untuk pulih???
Jawabannya masih bisa dan pasti bisa, karena badai pasti berlalu
Published & distributed by : gbtraffic@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.