Anda bisa saja termasuk ke dalam golongan Orang yang takut mati, setidaknya setelah membaca tulisan ini. bukan karena terlalu cinta dunia, bukan pula karena belum punya bekal seperti dikatakan banyak orang, tapi lebih kepada hal-hal lain seperti yang akan dipaparkan berikut ini.
Waktu keponakan saya yang masih bayi meninggal, seperti biasa jika ada tetangga yang meninggal, Orang-orang ditempat saya tinggal saling bantu (kebiasaan yang perlu dijaga). sebagian menggali kuburnya, ada yang memandikannya, lantas menyolatkannya, dan akhirnya memakamkannya.malamnya selepas maghrib para tetangga berkumpul di rumah, memanjatkan do’a bersama hingga malam ketiga walaupun biasanya sampai malam ketujuh namun karena sesuatu hal hanya sampai tiga malam.
kalau dihitung biaya, ternyata hampir setiap prosesi ada biayanya.mulai dari memandikan jenazah, upah menggali makam, sampai ustadz yang memimpin do’a setiap malamnya. walhasil shohibul musibah yang sudah kena musibah itupun mesti mengeluarkan biaya yang tak sedikit jumlahnya.
lain lagi cerita dari kampung tetangga, keluarga yang ditinggal mati kepala keluarganya itu akhirnya punya hutang yang nilainya cukup fantastis, 5 juta rupiah. biaya itu keluar hanya untuk pengurusan jenazah sampai ngaji setiap malamnya hingga malam ketujuh ditambah satu malam 40 harinya. sudahlah habis-habisan keluarga itu mengeluarkan biaya pengobatan almarhum semasa sakitnya. mesti lagi berhutang. yaa salam…. apa begini agama kita mengatur? Orang yang sudah kesusahan, bertambah lagi susahnya.
dijaman yang susah ini, ternyata bukan cuma jalanin hidup aja yang susah, ternyata matipun susah.paling tidak menyusahkan ahli keluarga yang mengurus. jadi mana yang anda takutkan, menjalani hidup atau menghadapi mati ? wallahu a’lam
Filed under: Uncategorized